Airlangga Hartarto meminta Danantara menjelaskan arah fiskal Indonesia kepada Moody’s setelah Moody’s menurunkan outlook kredit. Laporan Moddy’s menyoroti kepastian kebijakan hingga komunikasi publik pemerintah.
Airlangga menyoroti bahwa dividen BUMN yang sebelumnya menjadi PNBP kini dialihkan ke Danantara, yang berfungsi sebagai sovereign wealth fund dengan pengelolaan aset lebih dari US$ 900 miliar, serta menegaskan komitmen menjaga defisit anggaran maksimal tiga persen dan rasio utang di bawah 40 % PDB. Moody’s mengkritik potensi risiko sumber pendanaan, tata kelola, dan kebijakan dividen BUMN, sementara CEO Danantara, Rosan P Roeslani, berjanji meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola portofolio.
