8 Negara Eropa Jadi Sasaran Tarif Trump usai Tolak Greenland Dikuasai, Denmark: Kami Tak Menyerah

Delapan negara Eropa menjadi sasaran tarif 10 persen oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini setelah negara-negara itu mengecam kendali Amerika atas Greenland, Minggu (18/1/2026). Pernyataan bersama dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia mengatakan bahwa pasukan yang dikirim ke Greenland untuk operasi “Arctic Endurance” “tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun.”

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, mengatakan kepada wartawan di Oslo bahwa dialog telah dibuka dengan AS pekan lalu dan “kami tidak akan menyerah dalam hal itu. Jadi kami akan tetap pada jalur yang benar — kecuali AS memutuskan sebaliknya.” Setelah pembicaraan darurat antara utusan nasional Uni Eropa pada hari Minggu, Presiden Dewan Uni Eropa  Antonio Costa mengatakan para pemimpin blok tersebut sepakat “bahwa tarif akan merusak hubungan transatlantik dan tidak sesuai dengan perjanjian perdagangan Uni Eropa -AS.” “Mereka menyatakan kesiapan untuk membela diri terhadap segala bentuk paksaan,” kata Costa dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman tarif tersebut juga menuai kecaman dari sekutu populis Trump di Eropa. Perdana Menteri Italia sayap kanan, Giorgia Meloni, yang dianggap sebagai salah satu sekutu terdekat Trump di benua itu, mengatakan bahwa dia telah berbicara dengannya tentang tarif tersebut, yang dia gambarkan sebagai “sebuah kesalahan.” Pengerahan sejumlah kecil pasukan oleh beberapa negara Eropa ke Greenland disalahpahami oleh Washington, kata Meloni. Ia menambahkan bahwa itu bukanlah langkah melawan AS, tetapi bertujuan untuk memberikan keamanan terhadap “aktor lain” yang tidak ia sebutkan namanya.

Search