3 Fakta Proyek MRT Jakarta Fase 2 Belum Dapat Kontraktor, Terancam Molor

Dua paket proyek MRT Jakarta Fase 2 tak kunjung mendapatkan kontraktor. Padahal proses pengadaannya sudah dilakukan sejak medio 2020 silam. Paket yang bermasalah adalah pada CP 202 dan CP 205. Paket yang pertama CP 202 adalah paket pekerjaan sipil untuk menghubungkan MRT Jakarta dari Harmoni ke Mangga Besar, sedangkan CP 205 adalah paket pengadaan sistem perkeretaapian Bundaran HI-Mangga Besar. Proyek MRT Jakarta Fase 2 pun terancam tak kunjung selesai. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan hal ini jelas bakal memberikan dampak besar ke proses penyelesaian MRT Jakarta Fase 2.

Berikut ini 3 fakta soal proyek MRT Jakarta tak mendapatkan kontraktor:

  1. Skema Penunjukan Langsung Gagal
    Lelang yang pernah dilakukan selalu gagal karena minimnya partisipasi pihak Jepang. Tak banyak kontraktor Jepang yang tertarik dengan proyek MRT Fase 2. Pelibatan perusahaan Jepang sendiri menjadi salah satu perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam pembangunan proyek MRT Jakarta.
  2. Proyek Sulit dan Berisiko Tinggi
    Proyek tidak banyak diminati karena memiliki risiko dan kesulitan tinggi terutama pada proyek CP 202. Banyak sekali bangunan lama dan cagar budaya yang mesti dijaga agar tidak rusak. Namun, area yang ada justru sempit untuk menghindari proyek bersentuhan dengan cagar budaya tersebut ditambah lagi ada kali Ciliwung yang menjadi hambatan.
  3. Paket Proyek Lain Berjalan Lancar
    Meski ada hambatan di paket CP 202, beberapa pembangunan di proyek MRT Fase 2 lainnya berjalan lancar. Paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI ke Harmoni, saat ini prosesnya sudah mulai melakukan tunnelling alias pembuatan terowongan jalur MRT bawah tanah. CP 203 yang menghubungkan Glodok ke Kota Tua proses pembangunannya juga sudah berjalan. Persiapan konstruksi sedang dilakukan, mulai dari pengalihan lalu lintas, pemindahan aset bersejarah trem, hingga pemindahan beberapa shelter bus.
Search