21 Update Iran: Trump Sebut Perang 1 Bulan Lebih, Selat Hormuz Tutup

Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memasuki fase eskalasi penuh dengan serangan besar-besaran. Ini mengancam regional Timur Tengah, menimbulkan gejolak harga energi dan emas dunia. Dalam update terbaru, Amerika menyebut menghantam 1.250 target di Iran dalam waktu 48 jam. Presiden AS Donald Trump sendiri membuka opsi perang melalui pasukan darat. Di sisi lain, Iran menyerang 500 target AS dan Israel. Jenderal Iran pun secara resmi mengumumkan penutupan selat Hormuz. Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Trump menegaskan empat sasaran utama operasi tersebut, yakni menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan lautnya, memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di luar wilayahnya. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan 555 warga sipil tewas di 131 kota akibat serangan gabungan AS dan Israel. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras terhadap AS dan sekutunya. Tentara Iran itu menyebut kepentingan Amerika tidak lagi aman di mana pun. Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran hanya akan menargetkan AS dan Israel serta kepentingannya.

Serangan baru Iran dilakukan di sejumlah negara Teluk yang memiliki pangkalan militer Amerika. Serangan juga dilakukan Iran ke negara lain dengan basis militer AS. Hibullah juga ikut dalam perang dengan melakukan serangan ke Israel mendukung Iran. Serangan balasan kemudian dilakukan Israel yang memicu pengungsian lebih dari 28.500 warga Lebanon selatan. Demo masih terjadi di Irak. Demo ini merupakan hari ke-2 setelah berita kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Asosiasi maskapai global mendesak agar penerbangan sipil tidak menjadi sasaran dalam konflik. Beberapa bandara regional sebelumnya terdampak serangan.

Search