185 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 103 orang per 25 Agustus 2026. Korban meninggal tersebar di Manggarai sebanyak 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang. Selain itu, jumlah korban luka mencapai 1.666 orang, sementara 185.131 orang masih mengungsi, termasuk tambahan 4.804 pengungsi baru. Gempa susulan juga masih dirasakan di sejumlah wilayah NTT.

Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan penanganan sekolah terdampak menjadi prioritas dalam masa pemulihan. Sekolah yang mengalami kerusakan akan diprioritaskan untuk memperoleh program revitalisasi pada tahun 2026. Pemerintah masih melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi terhadap tingkat kerusakan serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan sebelum proses pembangunan dimulai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama.

Sebagai bagian dari respons darurat, Kemendikdasmen telah menyiapkan bantuan tunai sebesar Rp860 juta dalam bentuk voucher bagi 61 sekolah, serta menyalurkan berbagai kebutuhan pendidikan dan logistik dasar. Bantuan tersebut mencakup 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaus, dan 1.650 paket bantuan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pendidikan dapat segera pulih, sekaligus mempercepat rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Search