Perang di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Israel menyatakan operasi militer terhadap Iran kini masuk fase berikutnya. Di sisi lain, Teheran menegaskan siap menghadapi kemungkinan invasi darat, sementara ketegangan regional terus meningkat dan harga minyak dunia melonjak tajam. Arab Saudi mengatakan pada Jumat pagi bahwa mereka telah mencegat tiga rudal balistik yang diluncurkan ke sebuah pangkalan udara. Ini terjadi ketika Iran kembali melancarkan serangan balasan terbaru di Teluk.
Serangan Israel tak hanya ke Iran tapi juga ke Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 123 dan 638 orang juga terluka sejak Senin. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dilaporkan meningkatkan kesiapsiagaan sistem pertahanan rudal balistik di seluruh wilayah aliansi. Keputusan itu diambil setelah 32 negara anggota NATO menggelar pertemuan tingkat duta besar di Brussels. Dalam pertemuan tersebut, para sekutu sepakat mempertahankan kesiapan sistem pertahanan pada level tinggi hingga ancaman dari serangan Iran mereda.
Kepala militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan kampanye militer yang dilakukan bersama Amerika Serikat kini memasuki tahap baru yang bertujuan menghancurkan kemampuan militer Iran lebih jauh. Ia juga mengklaim bahwa serangan sejauh ini telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan pertahanan Iran. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa serangan rudal dan drone kamikaze yang diluncurkan Iran ke berbagai negara meningkatkan risiko konflik meluas ke kawasan yang lebih besar. Presiden Donald Trump memicu kontroversi. Ia menyatakan ingin terlibat dalam penentuan pemimpin tertinggi Iran berikutnya setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei.
