Pemerintah Irak mengumumkan akan memanggil kuasa usaha Amerika Serikat dan duta besar Iran menyusul serangan mematikan yang dituduhkan kepada kedua negara. Otoritas Irak juga memberikan “hak untuk membalas” kepada kelompok paramiliter yang menjadi target serangan tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku optimistis terhadap peluang kesepakatan dengan Iran. Ia menyebut Teheran telah memberikan “hadiah yang sangat besar” terkait situasi di Selat Hormuz. “Negosiasi untuk mengakhiri perang sedang berlangsung saat ini,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa Iran disebut ingin mencapai kesepakatan.
Media AS melaporkan bahwa Washington berencana mengerahkan sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi menghadapi Iran. Kelompok Hizbullah mengecam langkah pemerintah Lebanon yang mengusir duta besar Iran yang baru. Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai “dosa nasional dan strategis” serta mendesak agar segera dibatalkan. Ledakan mengguncang wilayah utara Beirut yang sebelumnya relatif aman dari konflik Israel-Hizbullah. Seorang pejabat militer menyebut ledakan kemungkinan berasal dari rudal Iran yang berhasil dicegat.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan seorang kontraktor asal Maroko tewas di Bahrain akibat serangan Iran. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menawarkan Islamabad sebagai tuan rumah perundingan damai antara AS-Israel dan Iran. Di dalam negeri, Iran melaporkan telah menangkap 466 orang yang dituduh berupaya mengganggu stabilitas negara melalui aktivitas daring. Militer Israel menyatakan telah menyelesaikan “gelombang serangan besar” di Isfahan, Iran. Selain itu, Israel juga berencana menguasai wilayah sejauh 30 kilometer di Lebanon sebagai “zona keamanan” dalam upaya melawan Hizbullah.
