Peneliti keamanan di media keamanan siber Cybernews menerbitkan studi baru. Riset itu menemukan bahwa aplikasi AI yang beredar di toko aplikasi platform Android Google Play Store, ternyata tidak memiliki keamanan yang memadai. Kerentanan itu membuat data sensitif pengguna terekspos. Setelah meneliti sekitar 1,8 juta aplikasi AI Android di PlayStore, peneliti menemukan sebanyak 730 TB data pengguna di server cloud Google bocor. Informasi sensitif itu termasuk data keuangan yang memungkinkan hacker menguras dompet digital. Kebocoran ini terjadi melalui serangan siber yang ditargetkan. Menurut peneliti, sebagian besar aplikasi AI di Play Store menggunakan teknik enkripsi yang tidak aman, yakni “hardcoding”. Hardcode atau hardcoded secret berarti bahwa data sensitif seperti kunci API dan password disimpan langsung ke kode sumber aplikasi.
