1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Kelas Darurat

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak luas terhadap sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak, dengan kerusakan pada ribuan ruang kelas serta berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru. Dampak bencana juga dirasakan oleh sekitar 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan. Dari total 8.664 ruang kelas yang terdampak, sebanyak 5.521 ruang atau sekitar 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas yang rusak berat atau total. Selain kerusakan fisik, sebanyak 116.324 murid mengalami gangguan kegiatan belajar akibat gempa dan rangkaian gempa susulan. Pemerintah juga memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga korban, siswa terdampak, serta guru yang rumahnya mengalami kerusakan. Untuk menjaga keberlanjutan proses pendidikan, pemerintah menerapkan berbagai pola pembelajaran darurat sesuai kondisi wilayah. Sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 sekolah melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih menjalankan pembelajaran tatap muka. Kemendikdasmen juga menyiapkan 100 tenda ruang kelas yang ditargetkan mulai digunakan pada pekan berikutnya, disertai pendampingan psikososial bagi siswa dan guru. Bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi 5.000 school kit, 1.500 family kit, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku. Selain itu, tim Kemendikdasmen telah mendistribusikan ribuan bingkisan anak dan paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah menekankan agar pembelajaran selama masa darurat dilakukan secara fleksibel dengan memprioritaskan materi esensial, literasi dan numerasi dasar, serta pemulihan psikososial warga sekolah.

Search