Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan mulai menargetkan serangan ke arah Mekkah pada Rabu (16/9/2026). Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Suci Mekkah. Sebelumnya, pada Selasa (15/9/2026), Arab Saudi juga sempat mengeluarkan peringatan kemungkinan serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif, namun peringatan tersebut kemudian dicabut.
Situasi tersebut terjadi setelah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir menghadapi serangan rudal balistik dan drone dari Yaman yang dilaporkan menyebabkan 13 orang terluka di wilayah selatan negara itu. Ancaman Houthi menjadi bagian dari eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, sementara Riyadh menghadapi keterbatasan dalam memperoleh dukungan militer eksternal.
Posisi Arab Saudi dinilai semakin tertekan karena menghadapi ancaman dari sejumlah arah, termasuk gangguan terhadap pelayaran dan kapal tanker di Selat Hormuz, penutupan jalur pipa minyak menuju Laut Merah, serta penguasaan rute maritim vital oleh Houthi. Kondisi ini diperburuk oleh penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap permintaan bantuan militer Saudi dan batalnya agenda pertemuan diplomatik Teluk-Iran pada 13 September 2026 akibat perbedaan posisi antarnegara.
