Klasifikasi Polusi Udara Akibat Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di berbagai daerah menimbulkan masalah polusi udara yang berdampak buruk bagi kesehatan. Guna membantu masyarakat memahami situasi dan menentukan sikap yang tepat, kualitas udara akibat polusi dan asap karhutla dapat dinilai melalui tiga cara utama berdasarkan klasifikasi tertentu.

Cara pertama dan kedua adalah penilaian berdasarkan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang masing-masing terbagi ke dalam lima kategori, mulai dari kategori Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, hingga Berbahaya. Penilaian PM2.5 diukur menggunakan metode penyinaran sinar beta dengan satuan µg/m³, sementara ISPU menggunakan skala angka tertentu untuk mengukur tingkat risiko bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Cara ketiga adalah penilaian menggunakan Air Quality Index (AQI) atau Indeks Kualitas Udara yang dibagi menjadi enam tingkat berdasarkan skala angka 0 hingga 500, mulai dari kategori Baik, Sedang, Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, hingga Berbahaya. Melalui pemahaman klasifikasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mawas diri terhadap kondisi darurat kesehatan, sementara upaya pemadaman dan pencegahan karhutla terus digencarkan agar tidak berulang di masa mendatang.

Search