Jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan nasional meningkat menjadi 20.378, dengan lonjakan signifikan di Kalimantan Tengah (dari 7.703 menjadi 8.488) dan Kalimantan Barat (dari 3.384 menjadi 6.526). Sementara provinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi mencatat penurunan.
Kementerian Kehutanan tetap siaga penuh, melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca di daerah terdampak, dan mencatat total 4.682 operasi penanganan yang mencakup 38.277 ha; hujan lebat di sebagian wilayah Riau turut membantu mengendalikan api. Kualitas udara di enam provinsi prioritas masih beragam, dengan beberapa titik mencapai kategori berbahaya atau tidak sehat serta jarak pandang yang terbatas, sehingga masyarakat diimbau tidak membakar lahan, memantau informasi resmi, dan melaporkan asap atau indikasi kebakaran melalui kontak yang tersedia.
