Pemerintah terus mempercepat penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan bantuan logistik secara bertahap. Hingga 19 Agustus 2026, total bantuan yang telah tiba mencapai 253 ton, termasuk tambahan 65 ton yang dikirim dari Halim Perdanakusuma. Bantuan mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya, dengan distribusi melalui jalur udara, laut, dan darat dari dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere.
Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Manggarai, yang terdiri dari lima tenda: empat untuk pasien dan satu sebagai ruang operasi steril. Fasilitas awal memiliki sekitar 60 tempat tidur dan akan ditingkatkan menjadi minimal 100 tempat tidur, serta akan direplikasi di wilayah terdampak lainnya seperti Nagekeo. Dukungan sosial juga diperkuat oleh Kemensos dengan bantuan sekitar Rp14 miliar, tujuh dapur umum, buffer stock lebih dari Rp4 miliar, santunan Rp15 juta untuk keluarga 70 korban meninggal, serta Rp5 juta bagi 199 korban luka berat.
Pemerintah juga memastikan akses distribusi dan koordinasi lapangan terus dipantau. Seluruh jalur darat dilaporkan telah dapat dilalui sejak hari kedua, sementara tiga KRI dan satu kapal rumah sakit disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan. Mendagri meminta pemerintah daerah memperbarui data kerusakan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Presiden Prabowo Subianto juga direncanakan meninjau langsung penanganan gempa di NTT dengan waktu kunjungan yang menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
