Baru-baru ini Pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan angkatan laut China bersama kapal perang Indonesia di perairan sebelah timur Taiwan. Pemerintah Taiwan juga menilai latihan itu sebagai tindakan berbahaya dan merupakan upaya China menciptakan kesan memiliki yurisdiksi atas perairan di kawasan tersebut. Terkait hal itu, Markas Besar TNI Angkatan Laut angkat bicara.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 akan melaksanakan latihan Passing Exercise dengan angkatan laut sejumlah negara yang dilintasi. Angkatan laut dimaksud, kata dia, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat. Tunggul mengatakan kegiatan itu merupakan praktik yang lazim dilakukan antar angkatan laut saat kapal melintasi suatu kawasan dan tidak ditujukan sebagai latihan tempur.
Passing Exercise, lanjutnya, merupakan bentuk interaksi untuk membangun komunikasi, kepercayaan, hubungan baik, dan semangat persahabatan antar angkatan laut, sekaligus mendukung diplomasi maritim Indonesia. Tunggul juga mengatakan pelaksanaan passing exercise sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang membuka ruang kerja sama dengan semua negara. Kegiatan itu juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat persahabatan serta turut menjaga keamanan, stabilitas maritim, dan perdamaian dunia.
