Pelajaran Mendalam Memerlukan Keseriusan Guru dalam Mengajar

Pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang ditekankan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti merupakan perubahan cara pandang terhadap pendidikan untuk membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter, bukan sekadar menghafal materi. Keberhasilan pendekatan ini sangat bergantung pada sosok guru sebagai fasilitator yang merancang strategi pembelajaran interaktif, menghubungkan materi dengan realitas, serta menghidupkan ruang kelas.

Di era kecerdasan buatan (AI), peran guru tetap tidak tergantikan karena memiliki sentuhan kemanusiaan dalam membimbing moral, empati, dan karakter siswa. Dari perspektif Islam, profesi guru merupakan amanah mulia yang menuntut prinsip profesionalitas (itqan) dan keseriusan (ihsan). Oleh karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar meningkatkan kompetensinya agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam memperkaya proses pembelajaran.

Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Generasi Emas 2045 melalui pembelajaran mendalam, keseriusan guru harus didukung oleh peran negara, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Negara perlu mengurangi beban administratif, menyediakan pelatihan berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan dan kebutuhan dasar guru. Tanpa jaminan kesejahteraan yang memadai, fokus dan keseriusan guru dalam mengajar tidak akan berjalan maksimal.

Search