Karhutla Jadi Perhatian Serius Istana

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jadi perhatian serius pihak Istana di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah, termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mempercepat koordinasi lintas instansi untuk memadamkan api. Langkah mitigasi yang disiapkan meliputi pengerahan helikopter water bombing, pesawat pemadam, hingga rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerja sama dengan BMKG.

Untuk mencegah terulangnya bencana ekologis yang pernah menghanguskan 2,6 juta hektare lahan tersebut, pemerintah secara tegas melarang masyarakat maupun korporasi membuka lahan dengan cara membakar lahan. Pemerintah tidak segan akan membawa para pelanggar ke jalur hukum serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal kecil seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti kebakaran di Bromo yang telah mencapai sekitar 720 hektare. Ia menjelaskan bahwa upaya water bombing terkendala oleh tebalnya asap yang membahayakan penerbangan, sementara modifikasi cuaca belum memenuhi syarat teknis di wilayah tersebut. Meskipun mengapresiasi kerja keras Manggala Agni dan tim gabungan, DPR mendorong adanya evaluasi SOP serta pengembangan teknologi pemadaman yang lebih canggih ke depannya, seperti penggunaan cairan atau gel khusus dari udara.

Search