Manajer investasi (MI) masih menjadi salah satu kelompok investor institusi yang aktif mengoleksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu terungkap lewat data kepemilikan saham di atas 1% yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Juli 2026. Berdasarkan data tersebut, terdapat 60 catatan kepemilikan saham oleh investor dengan klasifikasi “Investment Manager”. Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari manajer investasi asing.
Singapura mendominasi dengan Maybank Securities (22 emiten) dan Phillip Securities (11 emiten) yang bersama‑sama mencakup lebih dari setengah total catatan, sementara manajer domestik seperti PT Capital Asset Management, PT Pacific Capital Investment, dan lainnya hanya memiliki beberapa saham. Data KSEI hanya menampilkan kepemilikan di atas ambang pelaporan, sehingga kemungkinan ada posisi lebih kecil yang tidak tercatat; perubahan portofolio mereka dapat memengaruhi likuiditas perdagangan dan persepsi pasar.
