Peneliti UGM Ungkap Pengangguran Muda Meningkat karena Lowongan Terbatas

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Hempri Suyatna, mengungkapkan peningkatan pengangguran usia muda dipicu oleh keterbatasan lowongan kerja serta kecenderungan generasi muda yang selektif dalam memilih pekerjaan. Ketidaksesuaian antara pilihan kerja yang diminati dan ketersediaan lapangan kerja formal membuat kelompok ini belum terserap secara optimal di pasar kerja.

Selain keterbatasan posisi formal, rendahnya minat pemuda untuk terjun ke sektor informal turut memperparah tingginya angka pengangguran. Padahal, sektor informal berfungsi sebagai penopang penting perekonomian nasional. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah didorong untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, salah satunya melalui penyiapan infrastruktur permodalan agar generasi muda memiliki wadah yang produktif.

Masalah pengangguran muda ini dinilai berisiko memicu berbagai dampak sosial, seperti peningkatan angka kriminalitas dan perilaku negatif, jika tidak segera ditangani. Isu ini sejalan dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dari hasil Sakernas, yang menunjukkan bahwa meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional menurun, pengangguran di kelompok lulusan perguruan tinggi (D-IV hingga S3) justru menembus angka 1,03 juta orang atau sekitar 14,31 persen dari total penganggur nasional.

Search