Kabinet Bayangan dan Partai Kecoak

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul kegelisahan ruang oposisi di Indonesia semakin menyempit. Banyak partai politik akhirnya bergabung ke dalam pemerintahan sehingga konfigurasi parlemen menjadi semakin homogen. Karena itu, keberadaan kelompok penyeimbang bukan sekadar hak politik, melainkan kebutuhan organisasi negara.

Kehadiran mereka bukan untuk merebut legitimasi pemerintahan hasil pemilu, namun untuk membangun ruang evaluasi alternatif terhadap kebijakan publik. Di India, misalnya, kemunculan Cockroach Janta Party atau Partai Kecoak menjadi simbol solidaritas dengan memanfaatkan humor sebagai bentuk kritik terhadap kekuasaan. Sementara itu hal yang sama di Indonesia muncul Kabinet Bayangan yang bukan sekadar struktur simbolik, tetapi bentuk moral organization. Kemunculan Kabinet Bayangan merupakan sinyal sebagian masyarakat merasakan adanya kesenjangan antara harapan publik dengan perilaku organisasi politik yang ada.

Dalam banyak kasus sejarah, delegitimasi kekuasaan tidak selalu dimulai oleh demonstrasi besar, tetapi oleh hilangnya rasa hormat publik terhadap institusi yang semestinya mereka percayai. Pemerintah kuat bukan pemerintah yang berhasil menghilangkan oposisi, melainkan pemerintah yang mampu mempertahankan legitimasi setelah melewati kritik paling keras sekalipun.

Search