BPS Catat Defisit Perdagangan Berlanjut pada Juni, Capai US$ 450 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada Juni 2026 sebesar US$ 450 juta. Meski demikian, defisit ini melandai dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 1,6 miliar.

Defisit tersebut dipicu utama oleh impor migas yang melonjak 105 % menjadi US$ 4,56 miliar, sementara impor total naik 34 % YoY menjadi US$ 25,91 miliar; di sisi lain, sektor non‑migas tetap surplus US$ 3,04 miliar berkat ekspor lemak, bahan bakar mineral, dan besi/baja. Secara kumulatif Januari‑Juni 2026, neraca perdagangan masih surplus US$ 3,58 miliar berkat surplus non‑migas US$ 19,35 miliar yang menutupi defisit migas US$ 15,77 miliar, dengan AS, India, dan Filipina sebagai mitra surplus terbesar serta China, Australia, dan Singapura sebagai penyumbang defisit terbesarnya.

Search