Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengimpor minyak mentah senilai US$ 16,16 miliar sepanjang Januari-Juni 2026, melonjak 39,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar impor minyak mentah berasal dari Nigeria dan Angola.
Singapura menjadi importir terbesar untuk seluruh produk minyak dan gas dengan 28,36 % pangsa, diikuti Malaysia (19,77 %) dan AS (8,55 %); ekspor minyak mentah Indonesia hanya terjadi Feb‑Apr 2026, utama ke Thailand (88,81 %). Defisit neraca perdagangan migas pada Juni 2026 mencapai US$ 3,49 miliar, menyumbang defisit total US$ 450 juta meski lebih kecil dari bulan sebelumnya; non‑migas tetap surplus US$ 3,04 miliar, sementara impor naik 34,27 % menjadi US$ 25,91 miliar versus ekspor US$ 25,46 miliar.
