Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi El Nino di Indonesia telah memasuki kategori kuat. Pemerintah pun memfokuskan langkah mitigasi terhadap dua dampak utama, yakni kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, instansinya bersama BNPB, Kementerian Kehutanan, dan pihak swasta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan curah hujan dan mengisi sekitar 240 waduk demi mendukung PLTA, irigasi, dan pasokan air bersih, sebagaimana disampaikan dalam rapat dengan Presiden. OMC difokuskan pada enam provinsi berisiko tinggi karhutla (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan) serta wilayah lain, dan berdasarkan evaluasi hingga 2026 berhasil menambah curah hujan sebesar 30‑40 % di daerah sasaran.
