AS Umumkan Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Arab Saudi

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan kesepakatan dengan Arab Saudi untuk membangun program nuklir sipil di negara Teluk tersebut. Washington menegaskan bahwa perjanjian itu mencakup jaminan ketat terhadap jaminan nonproliferasi nuklir. Kesepakatan tersebut diumumkan pada Rabu (22/7/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil di tengah ketegangan antara Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dengan Iran yang dipicu oleh kekhawatiran atas program nuklir Teheran.

Departemen Energi AS menyatakan terdapat dua perjanjian yang ditandatangani, yaitu kerja sama “penggunaan nuklir secara damai” dan “pengamanan bilateral”. Kesepakatan tersebut berpotensi membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi. Kesepakatan ini selanjutnya akan diajukan ke Kongres AS untuk ditinjau. Sebelumnya, para anggota parlemen AS dari kedua partai beserta pejabat Israel sempat menyuarakan penolakan terhadap proyek ini. Mereka mengkhawatirkan Arab Saudi kelak dapat mengalihkannya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Arab Saudi, sebagaimana Iran, telah lama menegaskan haknya untuk mengembangkan program nuklir sipil. Tahun lalu, Riyadh bahkan menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan yang merupakan negara pemilik senjata nuklir. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington berupaya mengintegrasikan perjanjian nuklir ini ke dalam strategi geopolitik yang lebih luas, yaitu mendorong normalisasi hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, seiring dengan penandatanganan pakta pertahanan AS-Saudi.

Search