Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein memastikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah jauh dari unsur politis. Taufik mengatakan “Ini karena adanya pengaduan masyarakat, dan kami menindaklanjuti, yang kebetulan ini kemungkinan ada di PAN gitu.”
Diketahui, dalam periode 2025 hingga 22 Juli 2026, KPK menangkap 16 kepala daerah hasil Pilkada 2024 atas dugaan korupsi. Pada 2025 meliputi Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Sedangkan pada 2026 mencakup Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Bupati Muara Enim Edison, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Bupati Langkat Syah Afandin, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, serta Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
