Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya yang terjadi pada komoditas kelapa sawit. Menurutnya, praktik tersebut telah membuat Indonesia kehilangan potensi devisa dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.
Prabowo menyoroti adanya perbedaan mencolok antara harga ekspor yang tercatat dari Indonesia dengan harga jual komoditas tersebut di pasar internasional. Ia menyebut harga kelapa sawit yang dilaporkan saat keluar dari Indonesia berkisar Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, sementara harga yang diterima di pasar tujuan bisa mencapai Rp27.000 per kilogram.
