Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mendata sekolah dasar negeri (SDN) yang memiliki jumlah murid kurang dari 60 orang sebagai respons atas fenomena banyaknya SDN yang sepi peminat pada tahun ajaran 2026/2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut pendataan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik.
Abdul Mu’ti mengatakan persoalan menurunnya jumlah murid SD telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pemerintah akan menggelar rapat khusus lintas kementerian untuk membahas penyebab serta merumuskan kebijakan yang tepat, mengingat pengelolaan sekolah dasar juga melibatkan pemerintah daerah.
Fenomena SDN sepi peminat terjadi di sejumlah daerah, seperti Semarang yang hanya menerima tiga siswa baru, Boyolali dengan satu siswa baru, serta Tulungagung yang hanya menerima dua siswa baru. Meski jumlah peserta didik sangat sedikit, sekolah-sekolah tersebut tetap menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan secara optimal.
