Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 444,4 miliar pada Mei 2026 atau sekitar Rp 7.999 triliun (kurs Rp 18.000), atau tumbuh 2,1% secara tahunan (yoy). Laju pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 2,0% pada April 2026, didorong oleh meningkatnya ULN pemerintah seiring masuknya dana dari penerbitan surat berharga negara (SBN) internasional. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan ULN Indonesia terutama ditopang oleh pertumbuhan utang sektor publik, sementara kontraksi ULN swasta mulai mereda.
