Sebuah bom rakitan meledak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7). Ledakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Pihak keamanan sekolah kemudian menemukan barang yang diduga merupakan bom dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengatakan terduga pelaku merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial R. Pelajar kelas 12 itu diduga melakukan aksinya lantaran kerap menjadi korban bully atau perundungan di sekolah.
Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendalami kasus tersebut. Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka mengatakan ledakan hanya terjadi sekali. “Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Dari hasil pemeriksaan awal pelaku merakit sendiri alat peledak dengan memakai bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.
“Pelaku mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” tutur Mayndra.
