S&P Proyeksi Utang Pemerintah Naik hingga 2029, Beban Bunga Masih Berat

S&P Global Ratings memperkirakan utang pemerintah Indonesia akan meningkat rata-rata sebesar 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahun pada periode 2026-2029. Sementara itu, rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan pemerintah diperkirakan tetap berada di atas 15% pada 2026-2027. “Berdasarkan asumsi di atas, utang pemerintah umum bersih dapat meningkat menjadi 37,4% dari PDB pada akhir tahun 2029, dari 36,4% pada tahun 2024,” tulis S&P dalam laporannya. S&P juga memperkirakan defisit fiskal Indonesia akan tetap berada di bawah 3 persen dari PDB pada tahun ini.

Walaupun defisit fiskal tetap terkendali, tekanan dari kewajiban pembayaran utang pemerintah, khususnya pembayaran bunga terhadap pendapatan negara, diperkirakan masih tinggi. “Rasio utang pemerintah terhadap PDB telah ditangguhkan, dan pertumbuhan pendapatan yang lemah dalam dua tahun terakhir. Selain itu, peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah dan depresiasi rupiah juga akan membuat rasio ini tetap tinggi hingga akhir tahun, menurut pandangan kami,” lanjut S&P.

S&P menilai perbaikan rasio tersebut akan bergantung pada pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta keberhasilan berbagai inisiatif pemerintah untuk memperluas basis penerimaan negara. Di sisi lain, S&P menilai bahwa meskipun waktu persiapan berbagai kebijakan relatif singkat, berbagai risiko implementasi berpotensi memengaruhi efektivitas kebijakan tersebut. Menurut S&P, tantangan implementasi diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam enam hingga 12 bulan ke depan.

Search