S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi serta mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan perekonomian nasional di tengah tekanan fiskal, volatilitas pasar keuangan, dan ketidakpastian ekonomi global.
S&P menilai peringkat Indonesia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, tingkat utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif terkendali, serta komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah batas 3% terhadap produk domestik bruto. Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% hingga 2029, didukung oleh konsumsi domestik, ekspor komoditas, dan kebijakan sektor sumber daya alam.
Meski demikian, S&P tetap mencermati tekanan terhadap penerimaan negara, peningkatan kebutuhan belanja, beban pembayaran utang, serta risiko pelemahan kondisi fiskal dan eksternal. Peringkat Indonesia berpotensi turun apabila kewajiban utang meningkat secara signifikan, sedangkan perbaikan berkelanjutan pada penerimaan, keseimbangan fiskal, dan ketahanan eksternal dapat membuka peluang peningkatan peringkat pada masa mendatang.
