Warga Desa Wa’ Yagung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali harus menandu seorang warga yang sakit akibat tidak adanya akses jalan yang layak menuju fasilitas kesehatan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) itu diunggah ke media sosial sebagai bentuk penyampaian kondisi nyata masyarakat perbatasan RI–Malaysia yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Camat Krayan Timur, Marjuni, mengatakan unggahan tersebut merupakan harapan agar pemerintah melihat langsung persoalan yang dihadapi warga.
Masyarakat Desa Wa’ Yagung dan Bungayan sejak lama mengandalkan tandu untuk membawa warga sakit ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Long Umung yang berjarak belasan kilometer dengan waktu tempuh sekitar delapan jam. Kondisi jalan berupa perbukitan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan membuat akses kesehatan, pendidikan, serta distribusi hasil pertanian menjadi sangat terbatas. Akibatnya, warga berisiko terlambat mendapatkan penanganan medis, bahkan tidak sedikit yang meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan dasar di wilayah perbatasan. Menurutnya, masyarakat Krayan berhak memperoleh akses kesehatan, pendidikan, dan penghidupan yang layak sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap seluruh warga negara Indonesia.
