Jokowi Mulai Berdayakan Modal Simbolik

Dalam lawatan Joko Widodo ke Lampung tanggal 26-28 Juni 2026, Jokowi menggelar silaturahmi ke tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat serta melakukan konsolidasi politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Kehadiran Jokowi di Lampung tidaklah random. Dalam sejarah pemilu, sosok Jokowi di wilayah ini cukup berjaya. Meski prestasi tersebut belum sebangun dengan pencapaian PSI pada Pemilu Legislatif 2024. PSI jauh tertinggal dari parpol lain. Dari 85 kursi DPRD Provinsi Lampung yang diperebutkan, tidak satu pun diraih PSI. Setelah Lampung, beberapa provinsi yang punya nilai politik strategis bagi Jokowi berencana disambangi. Nusa Tenggara Timur, provinsi yang menjadi basis pemilih Jokowi yang paling loyal, dan Provinsi Jawa Barat, wilayah dengan pemilih terbanyak di negeri ini, dalam waktu dekat dikunjungi. Seterusnya, Jokowi akan menggenapkan safari politiknya hingga 38 provinsi di seluruh negeri.

Langkah politik yang tengah dijalankan Jokowi tidak lepas dari kalkulasi modal politiknya, sebagai upaya Jokowi dalam mengaktifkan dan memanfaatkan kembali modal simbolik yang telah dibangunnya saat menjabat presiden selama dua periode. Namun sayangnya, dalam perspektif modal politik, legitimasi simbolik semacam ini sayangnya tidak bersifat permanen. Setidaknya ada dua alasan atas tantangan yang dihadapi oleh Jokowi. Pertama, perlu jaminan tetap terjaganya keberlangsungan masa depan kekuasaan politik yang lebih ajeg. Kedua, upaya Jokowi memberdayakan modal simboliknya dipandang sebagai bentuk perlawanan dari berbagai tekanan politik yang mulai menggerus citra simbolik dirinya.

Berdasarkan survei opini publik pada Juni 2024, menjelang akhir kepemimpinannya, masih sebanyak 89,4 persen masyarakat menyatakan citra positif pada sosoknya, namun dua tahun kemudian, pada survei April 2026, menjadi 73,2 persen. Sebaliknya, citra negatif meningkat cukup signifikan, dari sekitar 7,6 persen menjadi 21,8 persen. Mencermati fenomena penurunan ini, menjadi beralasan jika Jokowi dengan segenap modal simboliknya bergegas memulai safari politik. Soal efektivitas hasilnya, Pemilu 2029 akan menguji.

Search