Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, meminta para penerima Beasiswa Garuda Sarjana tidak bergantung pada pemerintah untuk pembiayaan studi lanjutan. Ia mendorong para mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan S2 agar proaktif mencari beasiswa di luar negeri, termasuk membangun relasi dengan profesor atau perguruan tinggi tujuan untuk memperoleh pendanaan. Menurutnya, meski tidak mudah, peluang tersebut tetap terbuka jika diupayakan secara sungguh-sungguh.
Brian juga mengingatkan agar para penerima beasiswa tidak ragu kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Ia berharap mereka tidak khawatir mengenai kesempatan kerja atau minimnya fasilitas di Tanah Air, melainkan berani berkontribusi dan menciptakan peluang baru jika bidang keahliannya belum berkembang di Indonesia. Pengalaman pribadinya yang kembali ke Indonesia setelah menerima beasiswa dari Pemerintah Jepang menjadi contoh yang ia bagikan kepada para penerima Beasiswa Garuda.
Sementara itu, Kemendikti Saintek menyiapkan berbagai skema kontribusi bagi penerima Beasiswa Garuda setelah lulus. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa penerima beasiswa dapat memilih melanjutkan studi S2 terlebih dahulu atau langsung kembali ke Indonesia untuk mengabdi. Pemerintah juga tengah membangun kolaborasi dengan berbagai mitra agar lulusan memiliki jalur yang jelas untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
