Sampah di Bali Capai 3.500 Ton Per Hari, Gas Metana Tingkatkan Risiko Kebakaran TPA

Timbulan sampah di Provinsi Bali mencapai sekitar 3.500 ton per hari, sehingga menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Pernyataan tersebut disampaikan saat Apel Siaga Pilah Sampah di Denpasar pada Selasa (7/7/2026).

Hanif menjelaskan bahwa tingginya volume sampah di TPA meningkatkan risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan. Ia mencontohkan kebakaran besar yang terjadi di TPA Suwung pada 2023, yang dipicu antara lain oleh penumpukan sampah organik penghasil gas metana yang mudah terbakar, terutama saat musim kemarau. Menurutnya, kejadian serupa tidak boleh terulang karena Bali merupakan wajah Indonesia sekaligus destinasi wisata dunia.

Pemerintah berharap seluruh kabupaten dan kota di Bali segera mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Hanif menargetkan persoalan sampah di Bali dapat diselesaikan paling lambat pada Desember 2026. Meski diakui sebagai tantangan yang berat, ia menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan kebutuhan yang harus diwujudkan secara bersama-sama.

Search