Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menanggapi pernyataan politikus PDI Perjuangan yang meminta Joko Widodo tidak menghindari isu ijazah saat safari politik. Ia menilai sikap tersebut justru mencerminkan adanya “ketakutan” dari PDI-P, dan menyebut wacana soal ijazah itu tak lebih dari “lawakan politik.”
Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira sebelumnya menyatakan ingin melihat Joko Widodo membawa ijazah asli saat safari politik ke NTT. Juru bicara PDI-P, Aryo Seno Bagaskoro, menilai hal itu wajar karena Jokowi adalah mantan pejabat publik dan isu ijazahnya telah lama menjadi perbincangan masyarakat. Jokowi sendiri memulai safari politik di Lampung pekan lalu dan berencana melanjutkan kunjungan ke NTT.
Menanggapi hal tersebut, Andi Azwan menyebut Jokowi berniat berkeliling ke seluruh Indonesia untuk bertemu masyarakat yang pernah dipimpinnya selama dua periode. Ia menilai ada elite politik yang menganggap safari Jokowi sebagai ancaman, bahkan ada partai yang merasa khawatir kehilangan basis suara akibat aktivitas politik tersebut.
