Kemenkop Gandeng Agrinas Palma, 20% Lahan Sawit Produktif Akan Dikelola Koperasi

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi. Melalui kerja sama tersebut, sekitar 20% lahan sawit produktif akan dikelola koperasi dalam skema plasma. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, pola kemitraan tersebut dirancang dengan menempatkan Agrinas Palma sebagai inti, sedangkan koperasi petani sawit akan berperan sebagai plasma. 

Sebagai proyek percontohan, pemerintah akan meresmikan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 60 ton per jam dengan dukungan lahan sawit seluas sekitar 3.100 hektare. Model tersebut nantinya akan direplikasi di daerah lain bersama Agrinas Palma Nusantara.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Abdul Ghani mengatakan, Agrinas mendapat penugasan untuk mengelola perkebunan kelapa sawit sekitar 850.000 hektare. Ke depan, Agrinas menargetkan memperluas lahan kelolaan sawit menjadi sekitar 1,25 juta hektare. “Kalau menurut ketentuan yang berlaku selama ini minimal 20% harus dibentuk plasma. Artinya apa? Ada 250.000 hektare dalam jangka panjang, minimal dalam artian tentu ada kebijakan pemerintah kita akan ikut, minimal 250.000 hektare, itu sama dengan 250 koperasi,” ucap Abdul.

Search