Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid asal Thailand di gudang di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, rencananya akan diolah menjadi ekstrak THC untuk dijadikan cairan isi ulang rokok elektrik atau vape oleh para pelaku. Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan kasus ini menjadi pengungkapan pertama di Indonesia terkait penyelundupan kuncup ganja untuk kebutuhan industri vape. Suyudi menyebut produk cairan vape ini akan diedarkan pelaku ke kalangan generasi muda. Hal itu sengaja dilakukan mengikuti gaya hidup dan tren konsumsi anak muda.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Aswin Sipayung menambahkan, oleh para pelaku kuncup bunga cannabinoid ini rencananya akan diekstrak lalu dimasukkan ke dalam cartridge vape. Tingginya kandungan THC dalam barang bukti tersebut menjadi alasan utama mengapa pengungkapan ini menjadi temuan penting. Lebih lanjut, Aswin menegaskan jaringan ini merupakan sindikat baru yang berbeda dari kasus-kasus sebelumnya yang pernah diungkap BNN. Cairan vape berbahan cannabinoid sejenis sebenarnya sudah pernah beredar dan diungkap BNN sebelumnya. Karena itu, ia pihaknya akan mendalami apakah barang semacam ini sudah terhubung dengan toko-toko vape.
Aswin mengungkapkan pihaknya telah menangkap 12 orang terduga pelaku dalam kasus ini, termasuk satu warga negara asing (WNA) yang berperan sebagai pemilik gudang di Gresik. BNN juga masih memburu dua WNA lain yang diduga menjadi pengendali utama jaringan ini dari luar negeri. Pengungkapan dan penyitaan 3,37 ton kuncup ganja asal Thailand ini disebut berhasil menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi hingga mencapai Rp4.585.104.000.000.
