Asosiasi Puskesmas Seluruh Indonesia (Apkesmi) meluncurkan program Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting) di Puskesmas Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Program ini bertujuan memperkuat peran puskesmas dalam mencegah dan menangani anemia serta stunting melalui skrining, edukasi, dan intervensi yang lebih terstruktur sejak dini agar dampaknya terhadap tumbuh kembang anak dapat diminimalkan.
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, menyebut prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi, sementara data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka stunting masih mencapai 19,8 persen atau sekitar satu dari lima balita. Karena itu, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan deteksi dini dan penanganan masalah gizi di tingkat masyarakat.
Program Puskesmas Siap SEDIA menerapkan tiga tahapan utama, yaitu skrining menggunakan standar antropometri dan kalkulator zat besi untuk mendeteksi risiko anemia dan gangguan pertumbuhan, edukasi melalui panduan gizi seimbang dan pemenuhan kebutuhan zat besi bagi ibu dan anak, serta intervensi yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan. Dalam peluncuran program tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Lilis Suryani, menyambut baik penunjukan Tangerang Selatan sebagai lokasi peluncuran dan berharap program ini dapat memperkuat upaya pencegahan anemia dan stunting di daerah.
