Partai Politik, Kebinekaan, dan Kebutuhan Rakyat

Isu kebinekaan sejauh ini masih berhenti pada simbol atau jargon. Kebinekaan hanya tampak indah pada pidato politik dan simbol-simbol ornamen partai. Sebab, masih tergerus oleh kepentingan oligarki, oleh segelintir elite yang memiliki kuasa dan dana.

Padahal yang dibutuhkan oleh rakyat adalah kebinekaan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan nyata. Ukuran paling nyata dari kebinekaan ialah  apakah seseorang dapat menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut.

Filsuf Inggris John Stuart Mill dalam On Liberty (1859) mengingatkan bahwa kebebasan seseorang hanya dapat dibatasi ketika tindakannya merugikan orang lain. Gagasan itu mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukan ancaman bagi kehidupan bersama. Yang menjadi ancaman ialah ketika kita memaksakan keseragaman kepada orang lain.

Seharusnya ukuran kebinekaan tidak berhenti pada hubungan antaragama. Kebinekaan juga harus hadir dalam sistem ekonomi, pendidikan, birokrasi, dan penegakan hukum. Oleh karena itu, agenda besar Indonesia ke depan  bukan hanya merawat keberagaman sebagai identitas, melainkan juga memastikan bahwa setiap warga negara merasakan manfaatnya.

Search