Kementerian ESDM mengungkap dua pembangkit yang sempat mengalami gangguan dan menjadi penyebab pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa, yaitu PLTU Cilacap Unit 1 berkapasitas 300 MW dan PLTU Cilacap Unit 4 atau 3A berkapasitas 1.000 MW. Gangguan tersebut disebut berkaitan dengan faktor pemeliharaan atau maintenance pembangkit.
ESDM menyatakan pemerintah terus melakukan monitoring terhadap pasokan batu bara untuk pembangkit listrik, meskipun pelaksanaan kontrak pengadaan menjadi kewenangan perusahaan terkait. Pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang memenuhi kewajiban DMO batu bara sebesar 191 juta ton, sementara kebutuhan PLN berada di kisaran 152 juta hingga 154 juta ton per tahun.
PLN menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah pasokan energi primer kembali mengalir dan salah satu pembangkit besar berhasil pulih serta tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa. PLN juga menyatakan akan memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer dan memperkuat keandalan pembangkit agar gangguan serupa dapat diminimalkan ke depan.
