Amerika Serikat (AS) mencabut sementara sanksi terhadap ekspor minyak Iran pada Senin (22/6/2026). Keputusan itu diambil setelah Iran bersedia membuka pintu bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk masuk ke negara itu. Kementerian Keuangan AS menyebutkan, pencabutan sementara sanksi itu berlaku hingga 21 Agustus. Sehingga, Iran dapat kembali memproduksi, menjual, serta mengirimkan minyak mentah dan produk-produk terkait lainnya.
Keputusan ini muncul setelah rangkaian perundingan di resor Burgenstock, Swiss, yang digelar untuk mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran. Sebagai informasi, Teheran sebelumnya menangguhkan sebagian kerja sama dan menutup akses inspektur IAEA ke sejumlah lokasi nuklir penting yang dibom oleh AS dan Israel dalam perang 12 hari pada 2025.
Iran sempat menutup selat penting bagi 20 persen minyak dunia tersebut pada awal perang, yang memicu guncangan ekonomi di seluruh dunia. Kesepakatan untuk berunding di Swiss ini berawal dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Teheran dan Washington pekan lalu. Perundingan ini bertujuan menyelesaikan sejumlah isu paling rumit yang selama puluhan tahun membayangi hubungan AS-Iran, termasuk program nuklir Teheran. Terkait aset Iran yang dibekukan, AS menjelaskan bahwa dana tersebut belum dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan.
