Edward Aspinall: Gejala Krisis Politik Indonesia Makin Kuat

Edward Aspinall, peneliti asal Australia yang merupakan Indonesianis dan meneliti gerakan mahasiswa era 1990-an di Indonesia menilai demonstrasi mahasiswa cenderung meredup setelah reformasi 1998. Namun, mulai marak pada masa pemerintahan Joko Widodo hingga ke Prabowo Subianto.

Aspinall menilai maraknya unjuk rasa mahasiswa disebabkan adanya fenomena corak pemerintahan yang otoriter sebagaimana hasil indeks demokrasi beberapa lembaga misalnya V-Dem Institute yang menilai Indonesia masuk kategori Otokrasi Elektoral. Lembaga atau organisasi politik atau Dewan Perwakilan Rakyat mengalami hambatan dalam mengkritik pemerintah sehingga mahasiswa menjadi pelopor gerakan oposisi yang lebih luas. Gerakan mahasiswa ini agak mirip dengan masa Orde Baru di mana mereka bergerak dari ruang-ruang informal yang lebih cair dan pemerintahan otoriternya bertindak represif dan kooptasi kepada lawan politik.

Yang membedakan dengan masa Orde Baru adalah pemanfaatan media sosial untuk mengkritik pemerintah tanpa perlu komando dari seorang tokoh dan bersifat eksperimental, adaptasi dengan kondisi yang terus menerus berubah. Kondisi saat ini terlihat bahwa pemerintah memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mengooptasi aktivis masa lalu. Artinya sejak dulu hingga sekarang gerakan mahasiswa rawan terkooptasi dan terfragmentasi karena sedang dalam fase transisi kehidupan.

Pada pemerintahan Prabowo, sistem demokrasi bukan hanya menggeser ke sistem demokrasi tertutup namun juga mengarah pada sistem yang makin tersentralisasi. Menurut Aspinall, pemerintahan Jokowi dan Prabowo agak mirip dalam hal pemanfaatan aparat penegak hukum sebagai alat politik. Keluhan jarang muncul, banyak bupati wali kota atau gubernur diam seribu bahasa, umumnya karena takut dikiriminalisasi. Berbeda pada era Susilo Bambang Yudhoyono di mana partisipasi masyarakat masih dihargai dan cenderung mengakomodasi gerakan dari bawah.

Ke depan, gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil tetap berpotensi menjadi kekuatan penentu sejarah bangsa ketika krisis sosial-politik semakin nyata dan tuntutan mendasar menyatukan mereka.

Search