Tempe Selangkah Lagi Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

Indonesia tengah menantikan penetapan Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO yang ditargetkan berlangsung pada akhir 2026. Momentum tersebut menjadi fokus peringatan Hari Tempe Nasional (Hartempenas) 2026 bertema “Tempe Mendunia: Dari Kearifan Lokal Menuju Warisan Budaya Dunia”, yang melibatkan berbagai lembaga, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta Kementerian Kebudayaan. Rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang Juni mencakup lomba, kampanye digital, webinar, pameran inovasi, hingga seminar internasional di Universitas Sahid Jakarta.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan telah mengajukan Budaya Tempe ke UNESCO sejak 29 Maret 2025 setelah proses persiapan yang dimulai pada awal 2024. Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti menyatakan bahwa tempe tidak hanya merupakan produk pangan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal, nilai gotong royong, serta kemampuan masyarakat Indonesia dalam mengembangkan teknologi fermentasi yang berkelanjutan. Forum Tempe Indonesia (FTI) menilai pengakuan UNESCO akan menjadi pengakuan terhadap pengetahuan tradisional, praktik sosial, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Umum FTI Hardinsyah dan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Ahmad Sulaeman menegaskan bahwa tempe memiliki peran yang melampaui aspek gizi, mencakup sejarah, kesehatan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, lingkungan, hingga diplomasi budaya. Pada puncak Hartempenas 2026, FTI juga memperkenalkan gagasan pembentukan Global Tempe Forum sebagai wadah kerja sama internasional. Dengan tempe yang kini telah diproduksi dan dikonsumsi di berbagai negara, pengakuan UNESCO diharapkan dapat semakin memperkuat posisi tempe sebagai identitas budaya Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan dan ekspor produk tempe.

Search