Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada 2027. Program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus mendorong diversifikasi bauran energi rumah tangga.
Selain kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan anggaran Rp635,24 miliar untuk program motor listrik. Kedua program tersebut masuk dalam pagu indikatif program strategis infrastruktur Ditjen EBTKE sebesar Rp1,509 triliun.
Secara keseluruhan, Kementerian ESDM mengajukan anggaran Rp27,33 triliun pada 2027, naik 26,11 persen dari pagu 2026 sebesar Rp21,67 triliun. Mayoritas anggaran dialokasikan untuk program strategis infrastruktur sebesar Rp22,48 triliun atau 82 persen dari total anggaran.
