Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat menangani dampak gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026). Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido bersama Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi memimpin rapat darurat di Kecamatan Nokilalaki. Pemerintah meminta BPBD dan pemerintah desa menyelesaikan pendataan kerusakan rumah warga dalam waktu 1 x 24 jam agar bantuan dapat segera disalurkan.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi prioritas. Dinas Sosial Kabupaten Sigi menyiapkan dapur umum di Desa Kamarora yang mulai beroperasi pada 18 Juni 2026 untuk melayani warga terdampak di wilayah sekitar. Selain mendistribusikan 40 unit tenda dan terpal, pemerintah mendirikan tenda darurat di RSUD Torabelo dan sejumlah puskesmas di Kecamatan Palolo serta Nokilalaki guna mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan psikososial dan trauma healing juga disiapkan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak gempa.
Di bidang keamanan, Polda Sulawesi Tengah meningkatkan patroli di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kota Palu untuk menjaga ketertiban selama masa tanggap darurat. Personel kepolisian mengatur arus lalu lintas di sejumlah SPBU, memantau bangunan yang rusak, serta terus melakukan pengawasan di wilayah terdampak. Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Reky Moniung, mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
