Pemerintah tengah menyiapkan perubahan skema penyaluran bantuan sosial menjadi lebih banyak berbentuk transfer tunai langsung kepada penerima manfaat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut rata-rata nilai bantuan yang dikumpulkan dari berbagai program bansos mencapai sekitar Rp5,4 juta per orang.
Perubahan skema ini akan ditopang oleh sistem Digital Single ID yang sedang dikembangkan pemerintah. Sistem tersebut ditargetkan mulai tersedia pada akhir 2026 dan akan memanfaatkan teknologi AI untuk mengintegrasikan data penerima bantuan agar penyaluran bansos dan bantuan langsung tunai lebih tepat sasaran.
Selain untuk bansos, Digital Single ID juga akan digunakan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyaluran KUR bagi UMKM. Saat ini sistem tersebut masih diuji coba di 42 kabupaten/kota, termasuk melalui fitur face recognition untuk memverifikasi kelayakan penerima bantuan.
