Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) baru permulaan. IRGC menegaskan akan menyerang Israel selama sepekan penuh hingga mereka menghentikan operasi militer di Beirut, Lebanon. IRGC menyebut operasi militer ini sebagai surat peringatan keras setelah jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Kota Beirut, Lebanon. Kepala komando pusat militer Iran menilai, Israel telah melanggar seluruh batas toleransi lewat agresi militernya di Beirut. Teheran menuntut agar Israel segera menghentikan total seluruh kampanye militernya di tanah Lebanon.
Teheran juga menegaskan posisi diplomatiknya bahwa setiap draf kesepakatan damai untuk mengakhiri perang secara permanen di masa depan wajib menghentikan konflik paralel yang saat ini berkecamuk di Lebanon. Di pihak lain, Israel menuduh Teheran telah melakukan kesalahan fatal yang harus dibayar mahal. Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, bersumpah akan meluncurkan aksi balas dendam yang tidak kalah mematikan ke jantung pertahanan Iran.
Sementara, Presiden AS Donald Trump akan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan rudal Iran terhadap Israel. Serangan rudal pada hari Minggu itu adalah serangan pertama Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata April diberlakukan. Trump turut menyuarakan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menghambat negosiasi.
