Militer Israel meluncurkan serangan udara yang menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut pada Minggu, (07/06/2026), di mana serangan tersebut mengenai dua apartemen di dua bangunan terpisah setelah pihak militer mengklaim telah berhasil mencegat dua proyektil yang ditembakkan oleh kelompok Hizbullah ke dalam wilayah teritorial Israel. Setelah melancarkan serangan udara di Beirut, pihak militer Israel kemudian langsung mengeluarkan perintah peringatan evakuasi massal bagi sebagian besar wilayah kota Tyre yang berada di Lebanon selatan beserta area di sekitarnya.
Pada awal pekan ini di Washington, para utusan dari Lebanon dan Israel sebenarnya sempat mempromosikan sebuah rencana gencatan senjata bersyarat. Namun, kelompok Hizbullah secara tegas menolak proposal perjanjian perdamaian tersebut dan menuntut penarikan mundur pasukan Israel secara penuh dari seluruh wilayah teritorial Lebanon, sementara pihak Israel juga telah memberikan peringatan keras bahwa mereka akan menyerang wilayah pinggiran selatan Beirut jika Hizbullah berani menyerang wilayah Israel utara.
Hizbullah dan Israel hingga kini masih terus saling melontarkan tuduhan terkait pelanggaran gencatan senjata, di mana masing-masing pihak selalu membenarkan aksi serangan militer mereka sendiri dengan alasan sebagai balasan atas dugaan pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak lawan. Serangan yang terjadi pada hari Minggu ini meletus hanya berselang sehari setelah setidaknya lima orang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel, di mana korban tewas tersebut termasuk personel militer Angkatan Darat Lebanon, yang salah satu di antaranya merupakan seorang perwira berpangkat jenderal.
