Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengajak masyarakat melakukan pertobatan ekologis dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya untuk merenungkan kesalahan manusia terhadap lingkungan sekaligus memperbaiki hubungan dengan alam. Pertobatan ekologis juga dinilai penting untuk membangun budaya peduli dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Jumhur menyoroti bahwa dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar atau triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga masalah tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta sosial secara global. Karena itu, ia menekankan perlunya kesadaran bahwa setiap tindakan manusia memiliki dampak terhadap keberlanjutan Bumi.
Ia menjelaskan bahwa pertobatan ekologis menuntut kesadaran kolektif bahwa manusia merupakan bagian dari alam dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Komitmen ini sejalan dengan target Indonesia dalam Enhanced NDC 2030 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 31,89 persen secara mandiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional, serta dengan strategi pembangunan rendah karbon melalui LTS-LCCR 2050. Namun, menurut Jumhur, seluruh target tersebut hanya dapat tercapai jika didukung perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
