70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Tapi Tak DisadariCNN Indonesia

Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis yang diperkirakan dialami sekitar 70 juta penduduk Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit hati merupakan ancaman serius karena sering berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap berat. Oleh karena itu, pemerintah mendorong strategi promotif dan preventif dengan menekankan pentingnya deteksi dini.

Menurut Kemenkes, cakupan skrining hepatitis di Indonesia saat ini baru sekitar 10 persen, masih jauh di bawah target 90 persen yang ditetapkan World Health Organization. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, David Handojo Muljono, menyebut banyak kasus hepatitis B kronis tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala. Perluasan akses skrining dinilai penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Penyakit hati umumnya berkembang bertahap, dimulai dari hepatitis atau peradangan hati, kemudian fibrosis akibat pembentukan jaringan parut, hingga sirosis yang bersifat permanen. Jika terus memburuk, kondisi ini dapat berujung pada gagal hati yang mengancam jiwa dan sering memerlukan transplantasi hati. Pada tahap awal, gejala yang dapat muncul antara lain nyeri perut bagian atas, mual atau hilangnya nafsu makan, serta kelelahan tanpa sebab yang jelas.

Search